Lulusan Australia → PR Indonesia: Subclass 482 dan 491 langkah demi langkah
Jawaban cepat: Mahasiswa Indonesia setelah lulus di Australia bisa menempuh jalur: 485 (Graduate) → 482 (TSS) → 186 (PR), atau 485 → 189/190 (points-tested PR). Skill assessment adalah langkah pertama yang kritis. Untuk insinyur Indonesia: pastikan kampus Anda diakui Washington Accord. Untuk IT: ACS assessment dengan PY (Professional Year) sangat membantu. Author: UNILINK Editorial Team · MARA-registered Australian agent / QEAC G167-certified · Last updated 2026-05-16
Jalur Utama PR
| Jalur | Visa | Estimasi Waktu | Kelebihan |
|---|---|---|---|
| Employer Sponsored | 485 → 482 → 186 TRT | 3-4 tahun | Tanpa points competition |
| Points-Tested | 485 → 189 | 1-3 tahun | Bebas employer |
| State Nomination | 485 → 190/491 | 1-3 tahun | +5/15 points bonus |
Skill Assessment untuk Lulusan Indonesia
- Insinyur: Banyak universitas Indonesia diakui Washington Accord → langsung EA assessment tanpa CDR
- IT/Computing: ACS assessment. Prodi Teknik Informatika Indonesia umumnya perlu RPL atau PY year
- Akuntansi: CPA/CAANZ assessment. IELTS 7.0 (semua band) wajib
- Kedokteran/Perawat: AHPRA/AHPRA registration + bridging program
❓ FAQ
Q1: Ijazah S1 Indonesia diakui?
Tergantung. Teknik dari kampus Washington Accord diakui. IT perlu assessment ACS. Cek sebelum berangkat.
Q2: Kerja part-time selama kuliah dihitung?
Tidak untuk PR points. Hanya full-time setelah lulus yang dihitung.
Q3: Bisa ajukan PR langsung setelah lulus?
Tidak. Perlu skill assessment + pengalaman kerja (untuk beberapa jalur).
Q4: IELTS butuh berapa?
Minimum 6.0 (setiap band 5.0) untuk 485/482. 7.0-8.0 lebih baik untuk points.
Langkah selanjutnya
- Visa Subclass 500 Australia
- Beasiswa LPDP 2026
- UK Skilled Worker Visa untuk lulusan Indonesia
- Australia PR Pathway for International Graduates — In English
Disclaimer: Kebijakan imigrasi Australia dapat berubah. Konsultasikan dengan MARA registered migration agent.